KAWASAN AGROPOLITAN

SELAMAT DATANG DI KECAMATAN AGROPOLITAN - SUMBERWRINGIN - BONDOWOSO

Kecamatan Sumberwringin

Kecamatan Sumberwringin
Kantor Kecamatan

KECAMATN SUMBERWRINGIN

Foto saya
Bondowoso, Jawa Timur, Indonesia
Kecamatan Sumberwringin adalah Kec. pusat pengembangan Agropolitan di Kabupaten Bondowoso
Tampilkan postingan dengan label ARABICA COFFE. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ARABICA COFFE. Tampilkan semua postingan

Jumat, 02 November 2012

Kini, Amerika Tertarik Arabica Bondowoso






Tak hanya Swiss yang tertarik akan cita rasa kopi arabica Bondowoso, Daniel Schumatcer warga Amerika yang didelegasikan oleh Caffe Vita Coffee Roasting Co Seattle berkunjung ke Bondowoso. Caffe Vita adalah salah satu kafe ternama di Kota Seattle, Amerika Serikat.
Kedatangan Daniel mendapat sambutan hangat oleh petani kopi arabica di Sumber Wringin. Sebelum mengunjungi lahan kopi Arabica di Sumberwringin, Daniel didampingi oleh ketua koordinator kelompok petani kopi dan Kepala Dishutbun Bondowoso mampir ke pendopo Kabupaten untuk bertemu Bupati.
Sesampainya di Pendopo, Daniel mengatakan kepada Bupati akan ketertarikannya usai mencicipi kopi Arabica asli Bondowoso. Ia juga meyampaikan akan berkunjung ke Sumberwringin untuk mengetahui bagaimana kopi arabica diproses, hari ini Rabu (24/10). Bahkan pria asal Amerika itu berancang-ancang untuk membeli kopi arabika dalam jumlah yang tak sedikit.
Sementara menurut Heru Setio Wibowo, ketua koordinator yang membawahi 30 kelompok petani kopi arabica di Bondowoso mengungkapkan bahwa kualitas kopi arabika di lahan kopi rakyat Desa Sukorejo, Kecamatan Sumberwringin, Bondowoso merupakan kategori kopi spesial yang disukai oleh konsumen di pasar internasional. “Maka wajar jika kemudian informasi kopi arabika asli Bondowoso dengan cepat menyebar luas ke pasar internasional,” katanya.
Prospek dan peluang untuk skala nasional sampai internasional sangat menjanjikan, sehingga harus ada dukungan sepenuhnya untuk pengembangan kopi arabika. “Terbukti, kini bertambah lagi yang datang karena terhipnotis akan rasa spesial kopi Arabica. Semoga Daniel usai mengunjungi Sumberwringin bisa membeli kopi dalam jumlah besar, dengan itu ekonomi masyarakat akan meningkat dan lebih sejahtera,” ujarnya sembari tersenyum. (humas)



Ekspor Arabica Melonjak, Bondowoso Kian Mendunia






Fantastis, ekspor kopi arabica asli Bondowoso kini tembus 144 ton, dari sebelumnya yang hanya mencapai 18 ton. Peningkatan ratusan persen itu merupakan bentuk keberhasilan Pemerintah Kabupaten Bondowoso dengan petani kopi dalam mengembangkan cluster kopi rakyat di wilayah Sumber Wringin dan Sempol.
Ekspor Arabica ke beberapa Negara di dua benua saat ini mencapai 8 kontainer, dengan kalkulasi, per kontainer berisi 18 ton, jadi total yang di ekspor sebanyak 144 ton. “Capaian luar biasa ini tak lepas dari kegigihan petani kopi jenis arabica yang tergabung dalam cluster pengembangan kopi,” kata Ir Matsakur Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Bondowoso.
Ditambahkannya, menurut catatan Dinas Kehutanan dan Perkebunan Bondowoso disebutkan terdapat sekitar lima ribu hektar lahan areal perkebunan kopi arabica. Dipastikan akan lebih meluas lagi, karena tingginya minat luar negeri pada kopi arabica itu yang menyebabkan para petani akan menambah lahan tanamnya lagi.
Tak hanya luas areal tanam yang bertambah, jumlah kelompok tanipun ikut bertambah. Diketahui, saat ini terdapat 30 kelompok petani yang sebelumnya hanya ada lima kelompok. Hal itu tak lepas dari keuntungan yang dirasakan cukup tinggi, yang kemudian petani meningkatkan jumlah kelompok untuk lebih meningkatkan jumlah produksi. Karena harga kopi kini senilai Rp. 35 ribu/kg, meski sebelumnya tembus Rp 38 ribu/kg.
Namun demikian, untuk menjaga kualitas ekspor ke Swiss, Amerika, Australia dan Belanda, Pemkab bekerjasama dengan petani kopi akan melakukan standarisasi bibit dan harus terstandarisasi oleh Puslitkoka. (humas pemda bondowoso)

Kamis, 14 Juni 2012

RENCANA BUKA KEDAI KOPI

Tahun ini Bakal Ada Kedai Kopi Arabika di Bondowoso


kabarbondowoso.com – Saat ini Kopi Arabika asli Indonesia mempunyai prospek cukup baik untuk memasuki kawasan Eropa. Di Jawa Timur, khususnya Kabupaten Bondowoso akhir-akhir ini bakal mengembangkan produksi kopi Arabika karena dorongan permintaan pasar dunia yang cukup besar.
Dikonfirmasi kabarbondowoso.com usai acara Panen Kopi Raya di Desa Sukorejo Kecamatan Sumber Wringin, Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan Ir. Matsakur M.Si mengatakan jika dirinya akan terus mengupayakan Kabupaten Bondowoso sebagai salah satu Kabupaten yang memiliki kopi arabika terbaik di Jatim bahkan di Indonesia dan mancanegara.
Menurutnya, saat ini kopi arabika di Bondowoso menjadi lirikan para pedagang dan pemodal dari luar negeri. Terbukti, petani kopi arabika mengaku jika sering dikunjungi orang dari Malaysia, Jepang dan Australia.
“Ini menjadi semangat untuk Pemerintah Kabupaten Bondowoso dan masyarakat untuk lebih mengembangkan produksi kopi arabika. Terlebih, Pemerintah Pusat dan Pemerintah Provinsi juga akan mendukung untuk menunjang kegiatan petani kopi,” kata mantan Kepala Dinas Pertanian ini.
Tak hanya itu, Matsakur tergerak untuk segera melaksanakan tugas dengan instansi terkait untuk diadakannya kedai kopi bagi para pecinta kopi. Hal itu diungkapkannya karena saat ini banyak orang diluar Bondowoso merasakan kopi arabika, tetapi masyarakat Bondowoso justru banyak yang belum pernah merasakan nikmatnya kopi arabika. Konsep ini dibuat dengan tujuan agar masyarakat Bondowoso bisa menikmati juga.
Ia mengaku ide kreatif kedai kopi yang akan dibuat timbul saat Bupati dan Ketua DPRD dengan masyarakat saling berinteraksi di acara Panen Raya Kopi. “Dari itu kemudian saya diperintahkan segera mengonsep untuk dianggarkan di PAK (Perubahan Anggaran Keuangan) 2012,” ucapnya.
Sementara itu, Bupati Amin mengatakan memang perlu dan menginginkan adanya kedai kopi terutama kopi arabika produk Bondowoso. “Adanya kedai kopi itu agar masyarakat Bondowoso juga bisa menikmati citarasa kopi arabika, masa orang luar merasakan lantas orang Bondowoso sendiri tidak, khan ga boleh seperti itu,” ujar Bupati.
Lain pihak, Ketua Ahmad Dhafir sangat menyetujui adanya kedai kopi ini. Hal itu diakuinya karena saat ini Bondowoso dikenal sebagai Kabupaten penghasil kopi arabica. Bahkan dirinya meminta Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan untuk secepatnya mengonsep dan dibawa ke DPRD. “Tidak usah menunggu 2013 kalau untuk masyarakat, di PAK 2012 ini saya akan menyetujuinya,” tegas politisi PKNU ini. (gho)

PANEN RAYA KOPI

Panen Raya Kopi Arabika, Kini Bondowoso Jadi Kota Kopi


kabarbondowoso.com – “Kini, Bondowoso bukan hanya dikenal sebagai Kota Tape, tetapi juga sebagai Kota Kopi. Kopi arabika yang mempunyai citarasa yang khas dari Bondowoso ini telah dikenal di banyak negara, untuk itu icon Bondowoso juga sebagai Kota Kopi,” kata Bupati Amin Said Husni pada acara syukuran Panen Raya Kopi 2012 di Desa Sukorejo Kecamatan Sumber Wringin (13/06/2012).
Bupati juga menyampaikan terimakasih atas niat dan kerja keras para petani kopi. Menurutnya, hingga saat ini dari hasil kerja keras itu Bondowoso mampu meningkatkan jumlah ekspor mencapai 3 kontainer siap diekspor, masing-masing per kontainer 18 ton. Dari jumlah itu, dipastikan ekspor kedepan akan terus meningkat.
Dikatakannya, hal yang tak terduga yakni jumlah kelompok petani kopi meningkat pesat. Dari 5 menjadi 30 kelompok. Hal ini menunjukkan bahwa antusias masyarakat untuk menjadi petani kopi semakin meningkat.
Selain itu, Bupati mengatakan diperlukan sinergitas yang baik untuk mencapai sebuah kesuksesan. “Kesuksesan itu harus dibangun sinergi yang harmonis antara petani penggarap kopi dengan Pemerintah, pembimbing dari Puslit Koka, pihak perbankan penyedia fasilitas pinjaman modal, perhutani sebagai penyedia fasilitas perkebunan dan Indokom yang akan membantu mengekspor kopi,” terangnya.
Sementara itu, menurut Marhum Ketua Panitia di acara Panen Raya itu menjelaskan jika kopi arabika Bondowoso saat ini sudah banyak dikenal dipasar Eropa. “Setelah diekspor ke Negara Swiss, kopi arabika Bondowoso menjadi daya tarik tersendiri di beberapa negara di Benua Eropa tersebut. Tak hanya itu, bahkan orang Malaysia, Jepang dan Australia datang langsung ke Bondowoso untuk membeli kopi arabika ini,” katanya.
Sebelumnya, di kebun kopi milik petani, secara simbolis Bupati Amin melakukan petik kopi bersama Ketua DPRD II Ahmad Dhafir. Didampingi oleh instansi terkait, pihak perbankan, perwakilan dari Pusat Penelitian Kopi dan Kakao (Puslit Koka) dan kelompok petani kopi.
Usai memetik kopi di Desa penghasil kopi arabika tersebut, acara dilanjutkan dengan melihat langsung ketempat pemrosesan kopi. Setelah mengetahui cara pemrosesan kopi, para undangan dijamu kopi arabika dan kemudian terdapat prosesi peresmian ekspor pengiriman kopi arabika hasil olah basah di tahun 2012 ini serta syukuran yang ditandai dengan pemotongan tumpeng. (gho)

Sabtu, 11 Juni 2011

EKSPORT PERDANA KOPI ARABICA

Ekspor Perdana Kopi Rakyat Jenis Arabika

kopi_01
Bupati Bondowoso secara resmi memberangkatkan Ekspor Perdana Kopi Rakyat Jenis Arabika di depan Pendopo Kabupaten Bondowoso, Jum’at Pagi (10/06/2011).
Dalam sambutannya Bupati Bondowoso Drs. H. Amin Said Husni menyampaikan Selamat dan Sukses kepada Kelompok Tani : Usaha Tani II, Usaha Tani III, Usaha Tani V, Tani Maju dan Sumber Karya yang telah berhasil memproduksi Kopi Arabika bermutu ekspor.”tegasnya.
kopi_06Kopi merupakan komoditi perkebunan yang mempunyai peran dan potensi strategis di Kabupaten Bondowoso,oleh sebab itu masyarakat Bondowoso patut bangga dan bersyukur karena berdasarkan sejarah perkopian di Indonesia terungkap bahwa java coffee yang cita rasanya sangat dikenal di Pasar Internasional konon berasal dari Bondowoso, hal ini membuktikan bahwa Kopi Arabika asal Bondowoso mendapat pengakuan luas karena mempunyai karakter cita rasa yang spesifik dan kita sebagai masyarakat Bondowoso jangan pernah ragu untuk memposisikan Kopi sebagai komoditi prioritas dalam pembangunan Ekonomi Kabupaten Bondowoso.”ujar Bupati Bondowoso.
Untuk meningkatkan pendapatan Petani Kopi dan Pendapatan Negara upaya yang ditempuh adalah melalui peningkatan produktivitas dan mutu hasil yang berorientasi pada ekspor, maka telah dijalin kerjasama antara Pemerintah Kabupaten Bondowoso dengan Bank Indonesia, Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia, Bank Jatim, Perum Perhutani, dan PT. Indokom Citra Persada. melalui dukungan anggaran yang berasal dari APBN Kementerian Pertanian untuk Pembangunan Unit Pengolahan Hasil (UPH) Kopi, Bank Indonesia Jember, APBD Provinsi Jawa Timur, APBD Kabupaten Bondowoso dan kredit Bank Jatim maka pada tahap awal telah direalisasi kegiatan pembinaan pengembangan mutu Kopi Arabika.”tambahnya

Ekspor Perdana ini bukanlah akhir dari pembinaan pengembangan Agribisnis Kopi Rakyat, kita akan melanjutkan tahapan yang lebih krusial dan lebih sulit tetapi mulia. Bupati Bondowoso berharap kepada Kelompok Tani dan Tim Pembina untuk bekerja lebih giat lagi melalui dukungan semangat dan kreatifitas yang tinggi ini. Untuk mewujudkannya, ada beberapa hal yang perlu ditindaklanjuti :
  1. Pembinaan kopi rakyat dengan model klaster sebagaimana yang diinisiasi dan difasilitasi bank indonesia jember perlu dilanjutkan dan diperluas cakupan kegiatan dan lokasinya sehingga dapat menjadi kawasan usaha yang terpadu, produktif, menguntungkan, ramah lingkungan dan berkelanjutan; 
  2. Kopi di kawasan hutan kiranya perlu disempurnakan pola pengelolaanya sehingga mampu menghasilkan kopi bermutu tinggi untuk ekspor dan tetap menjaga konservasi fungsi hutan;
  3. Pembinaan petani kopi diarahkan agar pola petik racutan diubah menjadi pola petik buah merah;
  4. Demikian juga pengolahan hasilnya agar diubah secara bertahap menjadi pola pengolahan basah sehingga secara bertahap pula petani dapat meninggalkan penjualan kopi glondong dan pengolahan secara kering yang terbukti kurang menguntungkan; 
  5. Pengadaan unit pengolahan hasil untuk percepatan mewujudkan pengolahan kopi secara basah perlu diusahakan dari berbagai sumber dana; 
  6. Disamping itu perlu dilanjutkan pembinaan aspek budidaya tanaman dan penataan sebaran kopi arabika dan robusta berdasarkan kesesuaian tinggi tempat lahan potensial;
kopi_05

Pada kesempatan ini pula Bupati Bondowoso Drs. H. Amin Said Husni memberi nama Kopi Arabika ini dengan JAVA COFFEE BONDOWOSO atau disingkat dengan JACOBOND.”pungkasnya. (tim)

kopi_akopi_b

http://www.bondowosokab.go.id

Cari Blog Ini

agropolitan

Komoditi Unggulan : Kopi Robusta, kopi arabica, Holtikultura/ Sayur( cabe besar/kecil, tomat dll), Buah : Alpukat, Durian....