KAWASAN AGROPOLITAN

SELAMAT DATANG DI KECAMATAN AGROPOLITAN - SUMBERWRINGIN - BONDOWOSO

Kecamatan Sumberwringin

Kecamatan Sumberwringin
Kantor Kecamatan

KECAMATN SUMBERWRINGIN

Foto saya
Bondowoso, Jawa Timur, Indonesia
Kecamatan Sumberwringin adalah Kec. pusat pengembangan Agropolitan di Kabupaten Bondowoso

Selasa, 08 Februari 2011

PORSI TERBESAR ANGGARAN UNTUK PENDIDIKAN

PORSI BESAR APBD 2011 UNTUK ANGGARAN BIDANG PENDIDIKAN DI KABUPATEN BONDOWOSO

SP_Kota
Kepala Dinas Pendidikan Dra.Hj. Endang Hardiyanti, Ketua DPRD H. Ahmad Dafir, Bupati Bondowoso Drs. H. Amin Said Husni

Untuk Mewujudkan pemahaman dalam menata Reformasi Birokrasi Pendidikan dan Pemantapan adanya Ketersediaan, Keterjangkauan, Kualitas, Kesetaraan serta Keterjaminan Layanan Pendidikan di Kabupaten Bondowoso, Dinas Pendidikan menggelar sosialisasi kebijakan pembangunan pendidikan dalam bentuk Safari Pendidikan di SMK Negeri 1 Bondowoso, Senin pagi (7/2/2011). Kegiatan yang dihadiri oleh Bupati Bondowoso Drs. H. Amin said Husni dan Ketua DPRD H. Ahmad Dafir tersebut juga dalam rangka untuk Menjaga/mempertahankan keberlanjutan keberhasilan Pembangunan Pendidikan di Kabupaten Bondowoso. “Kegiatan ini juga untuk mensinergikan semua Sumber Daya Pendidikan     dalam mengatasi berbagai kendala dan permasalahan pendidikan untuk perbaikan selanjutnya!” ujar Kepala Dinas Pendidikan Kab. Bondowoso  Dra.Hj. Endang Hardiyanti.

Dijelaskan pula, bahwa penyediaan layanan akses pendidikan di Kabupaten Bondowoso selama tahun 2010 makin berkembang (lihat table) :


NO
LEMBAGA
JUMLAH
JUMLAH
JML GURU 
N 
S 
L 
P 
1 
PAUD NF 
- 
806 
806 
10.641 
16.185 
26.826 
2.064 
2 
TK 
8 
347 
355 
7273 
7.185 
14.458 
931 
3 
SD 
490 
15 
505 
36.425 
34.672 
71.097 
4.548 
4 
SMP 
45 
44 
89 
11.281 
9.381 
20.662 
791 
5 
SMA 
10 
9 
19 
2.819 
2.698 
5.517 
449
6 
SMK 
16 
15 
31 
3.436 
2.952 
6.388 
520
JUMLAH 
569 
1236 
1805 
71.875 
73.073 
144.948 
9.303
Sebagai wujud komitmen pemerintah kabupaten Bondowoso terhadap upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) maka alokasi anggaran untuk sektor pendidikan mendapat porsi yang lebih besar dibanding bidang lainnya. “Total anggaran untuk sektor pendidikan di kab. Bondowoso sebesar  Rp. 372.718.045.150  atau 49,96% dari APBD Kab. Bondowoso” jelas Kadispendik.
bpt_diknas
Bupati Bondowoso Drs.H. Amin Said Husni

Sementara itu Bupati Bondowoso Drs, H. Amin Said Husni menjelaskan Strategi dan arah kebijakan pembangunan pendidikan tahun 2010--2014 dirumuskan berdasarkan  pada  RPJMD  2009--2013  dan  evaluasi  capaian  pembangunan  pendidikan  sampai  tahun  2009  serta  komitmen  pemerintah  untuk peningkatan kualitas pendidikan masyarakat.
Menurutnya, Visi pembangunan kabupaten Bondowoso untuk Mewujudkan Masyarakat Bondowoso Yang Beriman Berdaya Dan Bermartabat, tidak bisa dilakukan sendiri namun harus dilakukan bersama masyarakat. Untuk Pembangunan pendidikan di Bondowoso, Pemkab butuh sinergi bersama dengan memanfaatkan potensi yang ada. Selain itu dukungan keterlibatan semua pihak, Pemerintah, Masyarakat dan Swasta merupakan hal pokok untuk tersedianya layanan pendidikan yang maksimal di Bondowoso.

”Dalam rangka percepatan pencapaian pembangunan  pendidikan di Kabupaten Bondowoso diperlukan instrumen yang dapat mensinergikan potensi-potensi yang ada, untuk maksud tersebut  telah dilakukan penyusunan masterplan Pendidikan, yang merupakan kerangka induk Pendidikan dengan muatan utama: memuat keputusan atau merumuskan  kebijakan untuk waktu yang akan datang, memuat visi dan misi, penetapan tujuan organisasi, penetapan strategi dan kebijakan pencapaian serta pengembangan detail rencana pendidikan !” tegas Bupati Bondowoso.  Pada Safari Pendidikan kali ini Bupati Bondowoso memaparkan  Porsi  belanja langsung  &  tidak langsung  pada APBD 2011. Dijelaskan, alokasi anggaran dalam APBD 2011 banyak diserap sektor pendidikan  yakni  sebesar 45,63 %.

APBDPorsi Belanja Langsung  &  Tidak Langsung  Pada APBD 2011

Memperhatikan porsi anggaran yang begitu besar untuk sektor pendidikan, Bupati Bondowoso meminta agar para guru  memahami betul tugas pokok dan fungsinya sebagai pendidik, agar anggaran tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal. “Bukan hanya pembangunan fisik namun pembangunan mental juga sangat  dibutuhkan untuk membentuk karakter murid-murid yang jumlahnya demikian besar di Bondowoso” tegas Bupati. Untuk itu Bupati meminta agar pada guru atau pendidik  menjadi tauldan bagi siswanya.

Safari pendidikan kali ini dihadiri oleh Ketua DPRD Kab. Bondowoso H.A.Dafir, Kepala Bapedda, Kepala Inspektorat, serta kepala Dinas Instansi/bagian dan muspika di empat kecamatan (Bondowoso,  Tegalampel, Taman Krocok, Tenggarang). (tim)



SP_Kota7
Kegiatan sosialisasi kali ini dihadiri oleh Ketua Bappeda, Kepala Inspektorat, Kepala SKPD dan Bagian dilingkup pemerintah Kabupaten Bondowoso serta  tenaga  pendidik diwilayah kecamatan Bondowoso, Tenggarang, Tegalampel dan Taman Krocok.  

Senin, 07 Februari 2011

PNPM MP 2011

Jadwal Musrenbang Integrasi Pertama di Kabupaten Bondowoso berlokasi di Kecamatan Sumberwringin. Alhamdulillah berlangsung lancar walaupun tidak sepenuhnya terjadi Integrasi Proses. Masa peralihan memang agak sulit karena harus mengakomodasi 2 orientasi dan 2 perspektif yang berbeda. Birokrasi menghendaki adanya percepatan dengan tidak terlalu terkonsentrasi dengan proses. PNPM sedikit idealis dengan mengedepankan prosedur dan proses. Alhamdulillah semua berjalan lancar.............Dua kegiatan menjadi satu dan menghasilkan deretan usulan prioritas baik supra Desa maupun PNPM.

Senin, 03 Januari 2011

Inilah Penyebab Harga Cabai Melambung

Dalam rubrik bisnis dan keuangan Kompas.com, hari Jumat 16 Juli 2010, Dirjen Perdagangan Dalam Negeri, Kementerian Perdagangan, Subagyo, mengakui, cabai keriting mengalami kenaikan yang paling ekstrim. Dia mengatakan, penyebabnya adalah ketidakpastian iklim.
Bernard T. Wahyu Wiryanta

Pekerja sedang memanen cabai merah di Panjalu, Tasikmalaya, Jawa Barat

Padahal di iklim yang pasti pun, cabai merah tetap saja hoby melonjak. Terutama pada saat musim hujan. Pada kondisi iklim yang pasti, tetap saja ada musim panas dan musim hujan. Dan di sentra cabai di Pulau Jawa, seperti di pesisir pantai utara sejak dari Indramayu sampai Tegal, petani cabai setia menanam cabai merah, kapanpun, dan di musim apapun. Juga di sentra cabai di daerah dataran tinggi seperti di Tasikmalaya, Sukabumi dan di seputaran puncak, Bogor di Jawa Barat.
Jadi ketidakpastian iklim yang dijadikan kambing hitam dalam kasus melambungnya harga cabai ini menurut saya sangat salah. Yang jadi penyebab sebenarnya adalah masalah teknis budidaya yang harus segera dibenahi. Solusi pemerintah kemudian menurut Subagyo adalah akan mengadakan operasi pasar untuk masyarakat ekonomi bawah.
Cabai merupakan komoditas asal Amerika. Tepatnya dari sekitar Bolivia. Selanjutnya pada kisaran tahun 1492 ketika Cristhopher Columbus mendarat di Pantai San Salvador dengan tujuan awal mencari pulau rempah-rempah (bukan mencari dunia baru), dan menemukan banyak tanaman cabai dipakai masyarakat Indian diapun membawa beberapa genggam biji cabai pulang ke Italia. Sejak saat itu cabai kemudian menyebar ke seluruh dunia.
Di Indonesia cabai digunakan hampir oleh seluruh masyarakat sebagai bumbu. Terutama untuk memberi rasa pedas pada masakan. Sebelum ada cabai, masyarakat Nusantara banyak memakai rempah-rempah untuk menimbulkajn rasa pedas. Uniknya kandungan capsaicin dalam cabai bisa menimbulkan nafsu makan. Hingga sebagian masyarakat banyak yang emoh makan tanpa sambel.
Sebagai tanaman sayuran yang banyak dibutuhkan masyarakat, cabai ditanam di seluruh pelosok nusantara. Sejak dari pinggir pantai sampai lereng gunung. Tanaman ini merupakan tanaman sayuran buah semusim. Biasanya pada umur 3 bulan sejak semai sudah siap dipanen.
Musuh utama tanaman cabai adalah cendawan dan bakteri serta virus. Cendawan biasanya banyak menyerang tanaman cabai di daerah dataran tinggi yang lembab, terutama pada musim hujan. Sedangkan bakteri hoby menyerang tanaman cabai di daerah dataran rendah yang panas dan lembab. Sedangkan virus, seperti TMV (tobacco mozaic virus) bisa menyerang di daerah dataran tinggi maupun daerah dataran rendah. Virus biasanya terbawa dalam benih cabai.
Cendawan yang hoby menyerang cabai adalah Fusarium. Gejalanya tanaman menjadi layu kemudian mati dan buah cabai menjadi busuk berair. Serangan ini bisa mengakibatkan gagal panen dan petani bangkrut. Sedangkan bakteri yang sering menyerang adalah bakteri Pseudomonas solanacearum. Gejalanya hampir mirip serangan fusarium. Juga akibatnya. Kedua serangan ini, baik fusarium maupun pseudomonas biasanya akan menghebat pada saat musim hujan. Mereka gampang sekali berkembang biak pada musim ini.
Namun sebenarnya dengan teknis budidaya yang intensif, dimulai sejak pengolahan lahan, pemilihan benih yang berkualitas, pemupukan, pemakaian mulsa plastik hitam perak, pemberian ajir, penentuan jarak tanam, perempelan tunas air, pemupukan susulan, dan sanitasi kebun yang baik, kedua serangan ini bisa diminimalisir. Hanya saja belum banyak petani yang menerapkan intesifikasi ini. Terutama petani di daerah pantai utara Pulau Jawa. Mereka masih mengandalkan pola dan cara tanam yang diwariskan secara turun temurun.
Di Daerah Brebes dan Tegal, berdasarkan pengamatan saya, jarak tanam cabai relatif terlalu rapat, dan dalam satu lubang penanaman bisa diisi sampai 4 tanaman cabai. Akibatnya kelembaban mikro kebun menjadi tinggi dan mengundang cendawan dan bakteri. Di musim hujan, serangan menjadi sangat hebat dan penularannya cepat. Hingga sekali terserang akan meluas dan mengakibatkan puluhan hektar gagal panen. Hal ini diperparah lagi dengan drainase yang jelek.
Namun sebaliknya di daerah dataran tinggi pola dan cara tanamnya umumnya relatif lebih intensif, Mereka mulai menerapkan pengolahan lahan yang benar, juga pemakaian mulsa plastik serta melakukan pemupukan intensif. Namun perempelan tunas muda masih jarang dilakukan hingga kelembabannya masih belum bisa diminimalisir. Hingga cendawan masih berpotensi menyerang.
Inilah yang sebenarnya menyebabkan gagal panen dan harga cabai melambung tiap musim hujan. Dan operasi pasar hanya akan menurunkan harga sesaat saja. Dan jika akan melakukan operasi pasar pun, darimana pasokan cabai nya jika petani mengalami gagal panen?
Yang harus dilakukan sebenarnya adalah mengubah pola dan cara tanam dari cara konvensional menjadi pola dan cara tanam yang intensif. Juga pemilihan benih yang bebas penyakit. Sebab saya dapati beberapa produsen, terutama produsen benih asal Taiwan masih saja mengirim benih cabai yang masih mengandung virus.
Dengan intensifikasi pertanian-yang harus segera diterapkan dengan bantuan pemerintah-maka menanam cabai di musim hujan tidak menjadi kendala lagi. Jika harga cabai saat ini saja sudah mencapai Rp 40.000,- per kg, bagaimana harga bulan depan yang diperkirakan masih turun hujan lebat dan memasuki bulan Ramadhan?

Cari Blog Ini

agropolitan

Komoditi Unggulan : Kopi Robusta, kopi arabica, Holtikultura/ Sayur( cabe besar/kecil, tomat dll), Buah : Alpukat, Durian....