KAWASAN AGROPOLITAN

SELAMAT DATANG DI KECAMATAN AGROPOLITAN - SUMBERWRINGIN - BONDOWOSO

Kecamatan Sumberwringin

Kecamatan Sumberwringin
Kantor Kecamatan

KECAMATN SUMBERWRINGIN

Foto saya
Bondowoso, Jawa Timur, Indonesia
Kecamatan Sumberwringin adalah Kec. pusat pengembangan Agropolitan di Kabupaten Bondowoso

Sabtu, 04 Februari 2012

Prediksi Harga Kopi 2012


Prediksi Panen Kopi 2012 Lebih Baik dari 2011




JAKARTA--MICOM: Anomali iklim yang mengganggu produksi kopi tahun ini diperkirakan tidak lagi akan mengganggu produksi kopi untuk tahun depan. Jika harga kopi bertahan tinggi, petani kopi diperkirakan bisa menikmati hasil yang lebih baik.


"Nanti 2012 kita akan panen raya. Sekarang (tanaman kopi) sudah berbunga. Kan bisa diprediksi buahnya. Bunganya bagus," kata Ketua Asosiasi Petani Kopi (Apeki) Jawa Tengah Imam Sardjo, Rabu (3/8).


Prediksi yang baik tersebut berkebalikan dengan produksi 2011 yang jeblok karena banyaknya hujan yang jatuh mengganggu panen buah kopi.


Menurut Imam, untuk Jawa Tengah, produksi kopi turun hingga 25-50%. "Dari 25.000 ton sekarang paling 15.000 ton. Nasional biasanya antara 400.000-500.000 ton," kata Imam.


Padahal, kenaikan harga kopi dunia mendorong harga kopi di tingkat petani. Harga robusta naik dari Rp15.000 menjadi Rp22.500 perkg. Harga arabica naik dua kali lipat dari Rp25.000-Rp30.000 menjadi Rp50.000-Rp60.000 per kg. (*/OL-5) 

Jumat, 23 Desember 2011

BPBD Bondowoso Mulai Bangun Posko Siaga Ijen
Senin, 19 Desember 2011 10:17:33 WIB Reporter : Oryza A. Wirawan

Bondowoso (beritajatim.com) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah Bondowoso mulai membangun posko siaga Gunung Ijen di Kantor Kecamatan Sempol. Warga diharap tetap waspada.


Hal ini disampaikan Kepala BPBD Bondowoso Abdurrahman, Senin (19/12/2011). "Posko ini untuk menyebarluaskan informasi melalui kepala desa, agar secara psikologis, masyarakat terjaga dan tak panik," katanya. Ijen kini berstatus siaga.


Posko ini juga untuk mengantisipasi kemungkinan terjelek, yakni evakuasi di kala Gunung Ijen benar-benar meletus. Desa terdekat dari kawah Ijen sekitar lima kilometer. Di bawah Ijen ada afedeling Dampi dan Gunung Blau milik PT Perkebunan Nusantara 12.


Sementara itu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana merekomendasikan agar masyarakat, pengunjung, wisatawan, dan penambang belerang tidak melakukan pendakian hingga radius 1,5 kilometer dari kawah Gunung Ijen. Masyarakat di sekitar Gunung Ijen diminta tetap tenang dan tak terpancing isu letusan kawah.


BNPB akan melakukan pendampingan kepada BPBD Bondowoso dan Banyuwangi untuk melakukan langkah antisipasi dan kedaruratan. Dua BPBD di dua kabupaten tersebut diminta berkoordinasi dengan Pos Pengamatan Kawah Ijen di Desa Tamansari, Kecamatan Licin, Kabupaten Banyuwangi atau dengan PVMBG di Bandung. [wir]


Andalan Bondowoso di tengah Keterbatasan APBD

Jalan Rusak Menuju Wisata Kawah Ijen


Siapa tak kenal dengan pegunungan Ijen yang terletak di antara Kabupaten Bondowoso dan kabupaten Banyuwangi. Di tempat tersebut, terdapat kawah berwarna hijau ke biru-biruan yang luar biasa indahnya. Saking indahnya, kabupaten Bondowoso menjadikan kawah ijen sebagai icon setiap foto-foto promosi sebagai pertanda potensi wisata andalan daerah tersebut.


Riku Abdiono - Bondowoso


Ada yang tidak sepadan dengan keindahan kawah pegunungan Ijen saat Surabaya Pagi berkunjung ke daerah tersebut bersama rombongan Dinas Pariwisata Jawa Timur. Yang paling mencolok adalah jalan akses menuju kawasan wisata kelas internasional itu yang masih jauh dari harapan. Kita dipaksa menikmati jalan yang rusak parah dan tidak layak dilewati kendaraan bermotor jenis apapun. Jika tidak karena iming-iming ada kawah yang indah, rombongan mungkin sudah memilih untuk balik kucing.


Perjalanan menuju lokasi bisa ditempuh dari kota Surabaya menuju Bondowoso melalui jalur Situbondo dengan waktu sekitar 6 jam. Paling enak, perjalanan dimulai malam hari. Sehingga agak santai dan tidak macet. Selain itu, bila berangkat malam, akan sampai di Bondowoso sebelum subuh akan memudahkan kita melihat langsung sunrise disela pegunungan Raung dan Ijen.


Ketidaknyamanan baru terasa sejak kendaraan mulai memasuki Kecamatan Sumber Wringin Bondowoso. Perjalanan dari kecamatan Sumber Wringin hingga kecamatan Sukosari arah pegunungan Ijen benar-benar menegangkan. Bagaimana tidak, rombongan melewati hampir 8 kilometer jalanan dalam kondisi rusak parah. Jalanan yang seharusnya diaspal, tapi sudah lama terkikis hingga hanya terlihat batu-batu besar. Sebenarnya, tentu tidak layak dilewati kendaraan. Bila drivernya tidak tangguh, ban bisa meletus dan lebih parahnya, kendaraan bisa terpeleset ke jurang. “Jalannya rusak parah, seharusnya menuju tempat wisata jalannya tidak seperti ini,” keluh Syamsul, driver minibus elf yang menakhodai perjalanan kami.


Syamsul jelas kewalahan mengendarai minibus yang membawa 9 awak ini. Berkali kali ia menghela nafas panjang melihat jalan menanjak yang rusak parah. Sekali-kali juga dirinya berhenti karena berpapasan dengan kendaraan lain. Maklum, meski sudah rusak parah, jalan tersebut dilalui dua jalur sekaligus. Belum lagi sebelah kiri jalan berbatasan langsung dengan jurang yang cukup curam. Pantas saja, ketika kendaraan berpapasan dengan truk-truk pengangkut hasil alam daerah tersebut suasana deg-degan makin meningkat. 


Melihat hal ini, Ketua komisi B DPRD Jatim, Renville Antonio yang membidangi ekonomi wisata di Jatim, mendesak agar pemerintah provinsi Jatim, pemerintah pusat serta pemerintah kabupaten Bondowoso untuk serius mencari jalan keluar. Sebab selama ini sepertinya tidak ada sinkronisasi pengelolaan kawasan wisata Ijen yang cukup terkenal baik bagi wisatawan dalam negeri maupun mancanegara. “Terutama di sisi infrastruktur jalan akses menuju lokasi wisata yang kurang memadai, saya dengar sudah mulai dibahas oleh Pemkab tapi belum maksimal karena dananya terbatas,” jelas Renvinlle.


Bisa jadi, ini karena Bondowoso merupakan salah satu daerah yang memiliki Indeks Pertumbuhan Manusia yang sangat rendah. Begitu pula pendapatan asli daerah yang juga masih suram. Yakni hanya sekitar Rp 35 miliar per tahun dengan kekuatan APBD Rp 335 miliar pada tahun 2011. “Kalau dibebankan hanya kepada Bondowoso saja, jelas tidak mampu,” kata Renville yang sudah beberapa kali melihat langsung kondisi pariwisata di Bondowoso.


Sementara itu, Kepala Bidang Pengembangan Wisata Dinas Pariwisata Jawa Timur, Agus Supeno mengatakan, ada banyak kendala yang menghadang pengembangan wisata di Kawasan Ijen. Di antaranya adalah masalah pendanaan pembangunan jalan akses serta keterikatan kawasan Ijen dengan pihak Perhutani. “Ada banyak usulan, tapi belum sinkron dengan Perhutani, jadi ini perlu dilakukan penyelesaian tepat dari para pengambil keputusan di tingkat propinsi maupun pemerintah pusat,” kata Agus.


Beberapa ide yang sempat ditampung Dinas Pariwisata Jatim adalah adanya sarana transportasi khusus bagi pengujung dari kaki gunung mendekati kawah ijen. Sehingga untuk sampai ke kawah ijen dari pintu masuk Perhutani tidak lagi menempuh jalan kaki sepanjang kurang lebih 3 hingga 4 kilometer dengan kondisi jalan yang menanjak. “Menurut Perhutani, jalan tanjakan yang sangat alami itu tidak boleh dibangun dengan alasan turis asing sangat menyukainya, tapi dampaknya wisatawan lokal sedikit sekali yang datang jika melihat medan yang cukup berat tersebut,” papar Agus. Selain itu, perlu juga sarana wisata pendukung seperti outbond agar lebih menarik lagi. “Nah, hal-hal tersebut akan kami cari pemecahanya bersama, supaya tahun depan kawasan wisata Ijen ini menjadi jujugan wisatawan baik dalam negeri maupun luar negeri,” tambah Agus.(Surabayapagi.com)

Cari Blog Ini

agropolitan

Komoditi Unggulan : Kopi Robusta, kopi arabica, Holtikultura/ Sayur( cabe besar/kecil, tomat dll), Buah : Alpukat, Durian....